Jumat, 31 Agustus 2012

Tak Perlu Ada

Gegap gempita cakrawala dunia
Berhias glamor bermahkota harta
Perhiasan duniawi berkilau fana
Sedap dipandang nikmat sesaat

Warna-warni ini seakan menutup segalanya
Kegelapan hati merasuk kalbu
Merusak Nurani nan dalam terasa
Tak ubah nista berselimut berlian

Tengok lebih dalam dan lihat
Apa yang terjadi
Apa yang dirasakan
Sakit mendalam tertatih bertahan

Apakah ini yang harus terjadi?
Apakah ini yang harus dirasakan?
Sakit....
Perih...

Lupakanlah bila memang tak dimengerti
Tak ubah hanya bercermin percuma
Diri hanya sanggup bertahan
Hadapi yang ada tanpa harga diri

Satu hal yang pasti dan jelas
Tak akan ada dan mustahil untuk ada
Cukuplah apa yang ada
Walau ini seharusnya tak ada

Jarwanto

Selasa, 28 Agustus 2012

Agustus

Berdirilah hening dalam kehampaan malam
Jiwa siapa yang patut dikenang
Hitung dari mula
Kerna letak kejadian indah
Adalah hadirnya upcara duka
Membangun kepercayaan teguh

Apakah mereka dengan kita bicara
Menghitung hari-hari silam kehilangan rupa
Atas rumah-rumah di lingkaran gelap
Atas anak-anak di ketiadaan harap
Dari dulu terduga selalu

Berdrilah hening dalam kehampaan malam
Ucapkan lunak kesanggupan yang bimbang
Jangan tangisi, jangan hindari kenyataan ini
Kerna fajar pagi akan membuka langit letihnya
Menyediakan tanya untuk kita saling tidak bicara

Di mendung gerimis Agustus ini
Simpanlah risalah lama melantung kedalaman
Tentang hari-hari gemilang yang akan datang
Tentang akhir-akhir hutang yang tiada pegangan
Heningkan di sini, jangan dengan separo hati !

Berdirilah hening dalam kehampaan malam
Melupakan cedera kehilangan rupa
Tegakkan pula
Suatu bentuk baru di hatimu mengorak jauh
Suatu pandangan kudus di pilumu diam bergalau
Kita pun semua tahu untuk apa mengenang itu.

Mansyur Samin


Puisi tersebut special untuk bulan agustus dimana kita merayakan kemerdekaan dan idul fitri, sehingga terfikir untuk share karya penulis besar... Jauh ya penulisannya dibanding yang biasa biasa gw tulis, maklum beda kelas beda karya, hahahaha. but keep ekspression....

Senin, 27 Agustus 2012

Temukan Cahayamu

Bila rasamu terjebak dalam keraguan
Akan segala pilihan yang sulit diambil
Dan bila kau lelah mengungkap peristiwa
Akan petunjuk yang sulit dipahami


Ku yakin luka tergores di hatimu
Akibat apa yang telah terjadi
Meresap sempurna di setiap sisi pikiran
Mengombang-ambing segala rasa


Tenangkan lah sejenak langkahmu
Tak perlu kau risau akan semua ini
Biarlah seperti ini adanya
Karena memang inilah cerita yang tertulis


Mungkin dirimu sulit menerima
Tapi inilah jawaban semua pertanyaan selama ini
Mungkin dirimu tak mengerti mengapa ini semua
Karena tak seorang pun mengerti hal ini


Maafkan kesalahan atas diri ini
Membawamu menuju lembah kegelapan yang ku ukir
Dan Menyeret hatimu
Dalam cerita kelam yang kutulis


Kini...
Tak ada yang perlu kau risaukan lagi
Temukan cahayamu segera
Lenyapkanlah apa yang sebelumnya menghampiri

Sesuatu yang indah telah menanti dirimu
Di penghujung harapan dan mimpi
Yang kau ukir dalam hati kecilmu
Dan akan menuntunmu kembali dalam kehidupan yang lebih baik



Jarwanto

Tuntunan Takdir Cinta

Terbalut hangatnya sentuhan dirimu
Tenang jiwa menyelimuti perih
Walau sejenak, diri ini kian tegak hadapi asa
Ingatkan kembali mimpi di masa lalu

Jika memang semua ini terncana
Biarlah kunikmati apa adanya
Siapa yang akan tahu apa yang terjadi
Biarlah kutulis dalam catatan takdirku

Saat ini...
Jurang memang telah memisahkan terlalu jauh
Tak berdaya diri ini melewatinya bersamamu,
Ku akan tetap tinggal dan melemparmu ke ujung sana

Pergilah dan lanjutkan kisah indah dirimu
Tempatmu bukan disini...
Temukan kembali cahayamu
Yang akan selalu menyinari jiwamu

Percayalah akan hatimu
Suatu saat...
Jika memang takdir menyatukan
Tak ada yang akan memisahkan hati ini untukmu


 Jarwanto