Semua yang telah terjadi kini meninggalkan sesuatu dalam dirimu
Luka dan penyesalan telah tertanam kuat dalam dirimu
Atas segala keraguan yang hadir menyelimuti sosok diri ini
Namun apakah semua ini harus kuterima begitu saja?
Sejenak terlintas dalam benak hikmah yang kau terima atas semua ini
Bahwa diriku tak berarti dan tak patut untuk diperjuangkan
Karena hanya rasa sakit yang kau peroleh atas usaha yang kau lakukan
Dan aku mengamini semua kesimpulan yang kau tarik atas semua ini
Namun sebelum ini semua berakhir dan lenyap
Beberapa hal yang mungkin belum kau ketahui
Atas nilai yang ada dalam kejadian yang telah terjadi
Dimana akan sulit untuk dimengerti dan diterima
Lihatlah sekeilingmu dan rasakan apa yang sedang terjadi
Dunia seakan hilangan kesadaran dan menjadi panggung pembantaian
Hal duniawi menjadi harta karun yang bernilai tanpa batas
Atas dasar itu salahkah diriku meragukan sosok dirimu?
Benar dan salah menjadi perihal yang sangat kompleks untuk diartikan
Yang terjadi adalah dimana keuntungan berada disitulah kebenaran dijunjung
Lalu dimana kerugian berada disitulah kesalahan dijunjung
Sekali lagi pertanyaan yang sama, apakah aku salah merugakan semua ini?
Telah lama diriku melakukan penyimpangan dalam hidup ini
Demi sebuah jawaban yang tak pernah hadir sampai saat ini
Kini aku harus menanggung konsekuensi atas apa yang telah aku lakukan
Sisi gelap terlahir dan terus menggrogoti setiap sisi kehidupanku
Pencundang dan naif adalah kata yang tak asing
Hingga muak diri ini mendengarnya, memang inilah adanya diriku
Lebih baik menerimanya dibanding harus membohongi diri sendiri
Terlalu sakit untuk melakukannya
Aku terus bertahan dalam situasi dan kondisi seperti ini
Berharap Tuhan akan menjawab semua pertanyaanku
Walau sesungguhnya terlalu berat beban yang harus dibawa
Jawaban adalah harga mati yang harus dibayar
Jarwanto