Senin, 17 Desember 2012

Kebencian

Ketika tanya muncul dalam hati
Sakit menusuk dalam relung raga
Diri ini telah mati akan mimpi
Bersisa derita dalam logika

Kebenaran yang terkuat hanyalah palsu
Tak ubah hanya omong kosong belaka
Tak akan ada dan tak pernah ada
Lebih baik lupakan dan buang jau-jauh

Impian hanya khayal yang tak nyata
Hanya membawa sakit dalam jiwa
Bermimpilah dan kau akan mengerti
Apa itu rasa sakit dan derita sebenarnya

Buktikan semuanya
Pahami setiap sisi yang ada
Air mata dan darah yang sia-sia
Cukupkah semuanya untuk sebuah impian

Aku mengerti bahwa perjuangan dibutuhkan
Tapi apakah melibatkan kebencian?
Tak bisakah dibuang saja?
Sehingga bias jurang dapat lenyap seketika


Jarwanto

Jumat, 31 Agustus 2012

Tak Perlu Ada

Gegap gempita cakrawala dunia
Berhias glamor bermahkota harta
Perhiasan duniawi berkilau fana
Sedap dipandang nikmat sesaat

Warna-warni ini seakan menutup segalanya
Kegelapan hati merasuk kalbu
Merusak Nurani nan dalam terasa
Tak ubah nista berselimut berlian

Tengok lebih dalam dan lihat
Apa yang terjadi
Apa yang dirasakan
Sakit mendalam tertatih bertahan

Apakah ini yang harus terjadi?
Apakah ini yang harus dirasakan?
Sakit....
Perih...

Lupakanlah bila memang tak dimengerti
Tak ubah hanya bercermin percuma
Diri hanya sanggup bertahan
Hadapi yang ada tanpa harga diri

Satu hal yang pasti dan jelas
Tak akan ada dan mustahil untuk ada
Cukuplah apa yang ada
Walau ini seharusnya tak ada

Jarwanto

Selasa, 28 Agustus 2012

Agustus

Berdirilah hening dalam kehampaan malam
Jiwa siapa yang patut dikenang
Hitung dari mula
Kerna letak kejadian indah
Adalah hadirnya upcara duka
Membangun kepercayaan teguh

Apakah mereka dengan kita bicara
Menghitung hari-hari silam kehilangan rupa
Atas rumah-rumah di lingkaran gelap
Atas anak-anak di ketiadaan harap
Dari dulu terduga selalu

Berdrilah hening dalam kehampaan malam
Ucapkan lunak kesanggupan yang bimbang
Jangan tangisi, jangan hindari kenyataan ini
Kerna fajar pagi akan membuka langit letihnya
Menyediakan tanya untuk kita saling tidak bicara

Di mendung gerimis Agustus ini
Simpanlah risalah lama melantung kedalaman
Tentang hari-hari gemilang yang akan datang
Tentang akhir-akhir hutang yang tiada pegangan
Heningkan di sini, jangan dengan separo hati !

Berdirilah hening dalam kehampaan malam
Melupakan cedera kehilangan rupa
Tegakkan pula
Suatu bentuk baru di hatimu mengorak jauh
Suatu pandangan kudus di pilumu diam bergalau
Kita pun semua tahu untuk apa mengenang itu.

Mansyur Samin


Puisi tersebut special untuk bulan agustus dimana kita merayakan kemerdekaan dan idul fitri, sehingga terfikir untuk share karya penulis besar... Jauh ya penulisannya dibanding yang biasa biasa gw tulis, maklum beda kelas beda karya, hahahaha. but keep ekspression....

Senin, 27 Agustus 2012

Temukan Cahayamu

Bila rasamu terjebak dalam keraguan
Akan segala pilihan yang sulit diambil
Dan bila kau lelah mengungkap peristiwa
Akan petunjuk yang sulit dipahami


Ku yakin luka tergores di hatimu
Akibat apa yang telah terjadi
Meresap sempurna di setiap sisi pikiran
Mengombang-ambing segala rasa


Tenangkan lah sejenak langkahmu
Tak perlu kau risau akan semua ini
Biarlah seperti ini adanya
Karena memang inilah cerita yang tertulis


Mungkin dirimu sulit menerima
Tapi inilah jawaban semua pertanyaan selama ini
Mungkin dirimu tak mengerti mengapa ini semua
Karena tak seorang pun mengerti hal ini


Maafkan kesalahan atas diri ini
Membawamu menuju lembah kegelapan yang ku ukir
Dan Menyeret hatimu
Dalam cerita kelam yang kutulis


Kini...
Tak ada yang perlu kau risaukan lagi
Temukan cahayamu segera
Lenyapkanlah apa yang sebelumnya menghampiri

Sesuatu yang indah telah menanti dirimu
Di penghujung harapan dan mimpi
Yang kau ukir dalam hati kecilmu
Dan akan menuntunmu kembali dalam kehidupan yang lebih baik



Jarwanto

Tuntunan Takdir Cinta

Terbalut hangatnya sentuhan dirimu
Tenang jiwa menyelimuti perih
Walau sejenak, diri ini kian tegak hadapi asa
Ingatkan kembali mimpi di masa lalu

Jika memang semua ini terncana
Biarlah kunikmati apa adanya
Siapa yang akan tahu apa yang terjadi
Biarlah kutulis dalam catatan takdirku

Saat ini...
Jurang memang telah memisahkan terlalu jauh
Tak berdaya diri ini melewatinya bersamamu,
Ku akan tetap tinggal dan melemparmu ke ujung sana

Pergilah dan lanjutkan kisah indah dirimu
Tempatmu bukan disini...
Temukan kembali cahayamu
Yang akan selalu menyinari jiwamu

Percayalah akan hatimu
Suatu saat...
Jika memang takdir menyatukan
Tak ada yang akan memisahkan hati ini untukmu


 Jarwanto

Sabtu, 31 Maret 2012

Dengan atau Tanpamu

Tentang apa yang telah terjadi
Membuatku semakin mengerti apa arti ini semua
Mungkin terasa sakit saat ini
Tapi memang inilah yang menjadi kenyataan

Sudahlah biarkan ini mengalir apa adanya
Karena tak ada gunanya memikirkan berlarut-larut
Nikmati rasa sakit ini yang kian menusuk
Jika memang ini semestinya

Satu hal yang kini kuyakini adalah dirimu
Dirimu yang kunanti walau tidak pasti
Biarlah orang mengucap kata bodoh kepadaku
karena hanya dirimu harapanku saat ini

Walau kini ku tertatih melangkah
Tak akan lelah diriku mencarimu
Walau semakin jauh kau pergi
Aku kan tetap berjalan apapun keadaannya

Kan kubawa harapan di setiap langkah
Demi keyakinan hati ini
Dan janji Tuhan akan kesejatian
Yang selama ini tertutup dari hidupku

Sekali ini akan ku tegaskan kembali keyakinanku
Dan cintaku yang terakhir akan dirimu
Sampai saatnya ku harus kembali kepada-NYA
Dengan atau tanpamu disisiku


Jarwanto

Minggu, 18 Maret 2012

Saya Orang Gila

Mengapa terjadi di diri ini?
Apa yang terjadi dalam jiwa ini?
Tak satu pun pasti dapat kupahami
Terjadi saat ini dan begitu saja
Mungkin jiwa ini menyimpang seraya berlaku layak waras
Saya pun seperti orang gila yang berkeliaran di jalanan tanpa arah
Berlagak lusuh tanpa peduli dan sesuka hati 
Tertawa menangis murka berteriak terus-menerus berulang kali
Ya anggap saya gila, sinting, tidak waras atau apalah namanya
Tertawa dan cacilah saya kika memang itu yang anda kehendaki
Toh saya memang tidak peduli
Lakukan saja sesuka anda
Namun satu hal yang patut anda pikirkan hai orang waras
Pernahkah anda berpikir tentang saya dan orang gila lainnya?
Mengerti dan mencoba mencari tahu kenapa kami ada
Tentu saja tidak bukan? Hahaha untuk apa hal tersebut anda lakukan
Memang tidak ada gunanya bagi anda semua
Tapi coba cermatilah kalimat ini baik-baik



"KAMI TIDAK SIAP UNTUK MEMBUNUH, MAKSIAT, MUNAFIK"
"OLEH KARENA LEBIH BAIK KAMI SEPERTI INI DAN MENYAKSIKAN ANDA SEMUA MELAKUKAN HAL TERSEBUT"
"WALAU KAMI HARUS MENERIMA CEMOOHAN ATAS KELAKUAN YANG ANDA ANGGAP ANEH"





Bagaimana tanggapan anda? Semua kembali kepada anda...


Jarwanto


Gambar diambil dari :


1. smartzhy.blogspot.com

2. syarifudinthemaster.blogspot.com


Minggu, 22 Januari 2012

Api Semangat

Setitik api semangat membakar diri
Memberi sedikit cahaya dalam kegelapan
Memberi harapan akan jati diri yang tak pasti
Dalam gejolak hidup yang amat perih

Kini setapak langkah kupijakkan di jalan takdirku
Mencoba meraih mimpi yang terbesit di pikiran
Melukis kembali asa yang hilang tergores luka
Dan mengukirnya dalam realita kehidupan yang fana

Ku hapus semua ingatan kelam di masa lalu
Dan tak akan ada lagi cerita pilu di dalam benak
Ku akan berdiri tegak dengan segala daya yang tersisa
Hadapi semua yang menghalangi takdir diriku

Tak akan kubiarkan kau mengusik kembali diri ini
Cukup sudah luka yang kau gores di hatiku
Walau amarah kian merasuk jiwa
Tak ada dendam diri berangan membalas dirimu

Satu hal yang pasti...
Berharap semua mimpi yang sempat hilang
Kembali hadir di diri ini
Dan meraihnya di akhir nanti


Jarwanto







Note :
tulisan ini memiliki judul awal meraih mimpi yang hilang dan ditulis pada hari minggu, 7 February 2010 Jam 01:45 WIB

MANUSIA II

Ku berdiri sebagai manusia
Menatap cakrawala dunia dari ketinggian
Penuh warna, tenang, dan menenangkan
Tanpa beban yang menggangu

Mungkin ini arti dari semua yang ada di muka bumi
Keindahan sejati...
Apa adanya dengan yang ada
Jujur akan setiap apa yang terjadi

Namun semua ini terasa ironis
Dimana kenyataan berbicara sebaliknya
Kuasa, Tahta, Materi menjadi arti dari sebuah keindahan
Tak perduli apa syarat yang dibutuhkan
Air mata dan darah pun menjadi saksi kenaifan manusia

Oh Tuhan Sang Pencipta
Dimana kah Engkau saat ini?
Apakah semua ini akan terjadi begitu saja?
Apakah tidak cukup semua korban yang berjatuhan?

Diri ini memang hina dan lancang yang selalu bertanya keberadaan Diri-Mu
Tapi semua ini kulakukan karena ku yakin...
Tidak diriku seorang saja yang lelah
Menyaksikan kemunafikan manusia yang mengaku dirinya suci
Namun tak lebih dari seorang Bangsat yang lebih hina dari binatang


Jarwanto

Putus Asa

Seperti terlelap dalam dunia yang entah dimana
Semua mimpi kini tinggalah mimpi
Indah yang terasa begitu nyata
Kini perih yang terasa sangatlah nyata


Tak kumengerti dimana tempatku saat ini
Mimpi... atau kenyataan...
Terasa berbanding terbalik
Mimpi adalah kenyataan dan kenyataan adalah mimpi


Kini segalanya telah berubah
Tak satupun yang kupahami akan hal ini
Kemanakah aku harus melangkah?
Sedang diriku pun tak tahu dimana diri ini berada


Bisik suara coba menolong tapi tak ada guna sama sekali
Tak jelas darimana datangnya!
Begitu gelap! tak terlihat sama sekali...
Hampa kosong dan kelam...


Wahai Tuhan Sang Maha Kuasa...
Di sini kucoba bertanya kepada-Mu
Apa yang harus kuperbuat?
Apa yang harus kulakukan?


Haruskah ku renggut jiwa ini sendiri
Atau harus kah ku bakar diri ini guna menerangi ruang hampa ini
Agar semua terlihat walau berujung keputus asaan...



Jarwanto

Kamis, 19 Januari 2012

MANUSIA

Hingar bingar kehidupan sang mulia manusia
Penat sesak tak ada habisnya
Begitu keras tanpa rasa di sanubari
Tak ada Benar dan salah sama saja

Apalah artinya ini semua begitu saja
Mengalir deras seperti air di sungai
Terus Menerus berlalu tak terbendung
Tak perduli apa pun lalui semua

Suatu ketika timbul tanya dari dalam kebodohan
Inikah mulia gelar yang disandang manusia?
Atau Tuhan yang bodoh memberi gelar ini kepada manusia?
Memang liar dan tak bermoral tapi ini adanya

Sorak lantang bernada manis bergemuruh
Menghujam dan tajam menepis tanya bodoh
"Dasar makhluk hina kau menghina Tuhan!"
"Hanya neraka tempatmu berada!"

Tartawa terbahak-bahak saja mendengar suara manis
Tak perduli teguh akan tanya yang diucap
Seakan merasa benar akan segalanya
Bebas apa saja suara yang terlontar

Bodoh tetaplah bodoh
Resapi ini baik-baik wahai sang makhluk mulia
Boleh saja kau bersuara tapi siapa aku dan siapa kau ini?
Jika menilai neraka tempatku dimana tempatmu?

Aku dan kau adalah manusia sang makhluk mulia
Neraka tempatku kata dari mu
Begitupun dirimu sama saja
Mari bersama kita ke neraka

Mempertanggung jawabkan gelar yang Tuhan berikan...

                                                                                                               Jarwanto