Senin, 17 Juni 2013

Keyakinan

Menatap cahaya dalam pekatnya kerinduan qalbu
Seolah tak tersentuh namun jelas terlihat
Apa yang ada memang terasa menyakitkan
Namun sesungguhnya tak seburuk apa yang terjadi

Tak perlu penerangan bila cahaya telah bertindak
Keadaan telah menjelaskan apa yang terjadi
Aku hanya tak perduli dan ingin terus berjalan
Selamanya dalam keyakinan yang kuimani

Momen ini menjadi pesakitan dalam kebodohan
Namaku hilang dimakan waktu yang akan berjalan
Menyisakan sisi gelap yang abadi untuk dikenang
Mungkin ikhlas dan percaya menjadi kunci segalanya

Fakta tak selamanya berpihak namun kebenaran tak akan berubah
Tak perlu lagi bukti karena ini akan terjawab suatu saat
Mungkin ragu namun aku yakin akan cahaya yang menuntun
Tuhan tak akan berdusta atas sabda yang Ia ucapkan

Bila ini menjadi satu langkah awal maka aku akan melaju
Berlari sekencang-kencangnya menjauhi kemunafikan
Walau luka mengiris setiap sisi jiwa ini
Aku tak tak berhenti demi nama sebuah keyakinan



Jarwanto

Malam

Dalam tanya malam berbisik penuh keheningan
Angkara murka tak mampu menenangkan kegelapan
Belenggu kuat mengunci jiwa dalam lelapnya mimpi
Sirna Seketika saat nyata membangkitkan logika

Sempit dunia ini berputar dalam rotasinya
Tak ada warna, hitam putih pun palsu
Hanya abu-abu yang nyata terlihat mata
Membiaskan makna sejati yang terkandung

Sentuhan indah Tuhan seakan tak ada bermakna
Tak ubahnya seperti kata-kata seorang pujangga
Sungguh nista jiwa ini mengimani kepalsuan
Mengalir entah dimana muara akhirnya

Dunia ini tak pernah hidup, mati dalam kebrutalannya
Terlelap dalam dominasi hawa nafsu anak adam
Tenang dan perlahan menjauhi kebenaran
Lalu dimana nuranimu disaat keruh seperti ini

Aku tetap menjadi aku dan selamanya aku
Dimana jawaban berada aku akan berjalan
Bila logika tak mampu menuntun jiwa ini
Maka hati inilah yang akan menunjukkannya



Jarwanto

Selasa, 11 Juni 2013

Keraguan

Semua yang telah terjadi kini meninggalkan sesuatu dalam dirimu
Luka dan penyesalan telah tertanam kuat dalam dirimu
Atas segala keraguan yang hadir menyelimuti sosok diri ini
Namun apakah semua ini harus kuterima begitu saja?

Sejenak terlintas dalam benak hikmah yang kau terima atas semua ini
Bahwa diriku tak berarti dan tak patut untuk diperjuangkan
Karena hanya rasa sakit yang kau peroleh atas usaha yang kau lakukan
Dan aku mengamini semua kesimpulan yang kau tarik atas semua ini

Namun sebelum ini semua berakhir dan lenyap
Beberapa hal yang mungkin belum kau ketahui
Atas nilai yang ada dalam kejadian yang telah terjadi
Dimana akan sulit untuk dimengerti dan diterima

Lihatlah sekeilingmu dan rasakan apa yang sedang terjadi
Dunia seakan hilangan kesadaran dan menjadi panggung pembantaian
Hal duniawi menjadi harta karun yang bernilai tanpa batas
Atas dasar itu salahkah diriku meragukan sosok dirimu?

Benar dan salah menjadi perihal yang sangat kompleks untuk diartikan
Yang terjadi adalah dimana keuntungan berada disitulah kebenaran dijunjung
Lalu dimana kerugian berada disitulah kesalahan dijunjung
Sekali lagi pertanyaan yang sama, apakah aku salah merugakan semua ini?

Telah lama diriku melakukan penyimpangan dalam hidup ini
Demi sebuah jawaban yang tak pernah hadir sampai saat ini
Kini aku harus menanggung konsekuensi atas apa yang telah aku lakukan
Sisi gelap terlahir dan terus menggrogoti setiap sisi kehidupanku

Pencundang dan naif adalah kata yang tak asing
Hingga muak diri ini mendengarnya, memang inilah adanya diriku
Lebih baik menerimanya dibanding harus membohongi diri sendiri
Terlalu sakit untuk melakukannya

Aku terus bertahan dalam situasi dan kondisi seperti ini
Berharap Tuhan akan menjawab semua pertanyaanku
Walau sesungguhnya terlalu berat beban yang harus dibawa
Jawaban adalah harga mati yang harus dibayar



Jarwanto