Jumat, 17 Mei 2013

Gerbang Kebenaran

Oke kali ini sedikit menyimpang dari penulisan biasanya. Hehe... Lanjut. :)

Berbicara kebenaran pasti berkaitan dengan fakta atau sesuatu yang benar-benar terjadi dalam hidup ini. Namun, apakah fakta benar-benar menunjukkan kebenaran? Disinilah titik mula permasalahannya.

Manusia seringkali berteriak-teriak tentang kebenaran, mengaku seakan-akan apa yang diperbuat sesuai dengan nilai kebenaran. Apabila yang dilakukannya dianggap salah  lalu berkelit dengan dalih sejuta warna. Ya walaupun begitu memang manusia begitu adanya(termasuk saya).

Atas dasar asumsi diatas maka saya berfikir dimana letak kesalahannya dan siapa yang patut dipersalahkan. Menurut saya berdasarkan pemikiran pribadi ada beberapa hal mengapa kebenaran sulit diungkapkan.


  1. Manusia tidak pernah tahu mana kebenaran dan kesalahan. Manusia hanya dapat menilai sesuatu benar atau salah berdasarkan aturan dan persepsi tertentu dimana ia menerimanya sebagai kebenaran
  2. Manusia adalah makhluk munafik. Hal ini terlihat dari penyimpangan yang dilakukan manusia saat hati dan pemikirannya berbeda sehingga kebenaran termanipulasi oleh fakta yang terjadi sebagai akibat penyimpangan yang dilakukan manusia.
  3. Manusia adalah Tuhan untuk hidupnya sendiri. Manusia memiliki anugerah dari Tuhan YME yaitu kebebasan dalam memlih jalan yang benar atau salah, sehingga manusia bebas melakukan apa saja dalam kehidupan semu ini. Hal tersebut memicu terjadinya manipulasi fakta yang akibatnya menutup kebenaran.
Saya menarik tiga sebab diatas mengapa kebenaran sulit untuk diungkapkan. Benar atau salah anda semua yang menilainya. Namun apabila apabila ada kebenaran dari tulisan saya adalah murni dari Allah SWT dan apabila ada kesalahan maka murni datangnya dari diri saya sendiri.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih buat yang menyempatkan diri mampir ke blog saya dan saya sangat membuka kritik atau tambahan atas tulisan yang saya buat demi sesuatu yang bernilai untuk kehidupan ini. Terima kasih.



Rabu, 15 Mei 2013

Progesif Rasa

Diam namun rasa mengalir progesif
Semangat emosi dalam fokus tatapan hati
Kekecewaan bersinar terang menyilaukan
Paras manismu pun tak sanggup menutupinya

Keadaan berjalan pahit dan memang demikian adanya
Apa yang terjadi memang ini kenyataannya
Walau sesungguhnya kenyataan ini tak perlu terjadi
Harga mahal yang harus dibayar demi jawaban

Dalam sangsi segalanya dipertaruhkan
Pertanyaan ini harus dijawab tak perduli apapun
Luka atau kekuatan menjadi hadiah
Dalam tahapan keyakinan akan kebenaran

Tak perlu menhindari badai
Biarkan semua terjadi dan hadapi saja
Cepat atau lambat semua akan berakhir
Matahari akan memperlihatkan luka atau keajaiban



Jarwanto

Minggu, 12 Mei 2013

Siapa Dirimu Siapa Diriku

Apalah arti diri ini bila hanya sakit yang kau terima
Mengerti pun hanyalah alasan menutup tanya
Namun suara hati siapa yang tahu
Menyisakan tanya dalam hati ini

Perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi
Namun nyatanya tidak semudah itu
Untuk apa sebenarnya perjuangan dilakukan
Bila satu sebab menjadi dasar pilihan

Siapa dirimu dan siapa diriku
Titik ini menjadi awal sebuah pertanyaan
Dimana perasaan kita harus menjawab
Tentang apa yang sebenarnya terjadi

Tak perlu berbicara cinta dalam mengartikan
Bila kau hanya mengartikannya dengan bahagia dan derita
Kau belum mengerti cinta dan tak ubahnya dengan diriku
Hanya ego semata yang kita lontarkan pada dasarnya

Setelah apa yang terjadi kini hanya luka yang bersarang
Namun tak sedikitpun niat untuk diri ini melakukan
Semoga apa yang terjadi membuatmu mengerti
Diri ini tak ingin membawa kegelapan dalam duniamu




Jarwanto