Jumat, 20 September 2013

Dalih Kesaksian

Aku disini lahir dengan hawa nafsu yang mendarah daging
Disini, didalam garis takdir kehendak Sang Kuasa
Mengarungi kisah nyata bernama kehidupan
Demi sebuah sosok yang layak menghuni surga

Kini kemilau semu sungguh menyilaukan mata
Membiaskan arti atas segala kehendak Tuhan
Terasa nyata namun palsu untuk dipertanyakan
Dalam nama sebuah hati dan jiwa anak Adam

Mata jadi saksi dan hati teguh merasakan arti
Tak cukup untuk menjelaskan kebenaran
Tak akan, lupakan saja memang mustahil
Bila kuasa hanya sebatas manusia maka tak cukup

Manusia hanya sampah dalam seni cipta Sang Kuasa
Tak cakap, mengemban takdir untuk memimpin
Hina, terselimut anggun dalam anugerah Tuhan
Cinta Tuhan begitu besar untuk makhluk bernama manusia

Apa yang terjadi dan maksud dari semua ini
Dimana cinta untuk Tuhan, bila Agama hanya gaya hidup
Kemana nurani yang diteriakan manusia
Bila logika menjadi tumpuan kejadian kehidupan

Tak ubahnya manusia lain, diri ini pun begitu hina
Tak pantas bila aku yang berbicara seperti ini
Layaknya seorang iblis yang berdalih dalam nama kebenaran
Mungkin tak pantas diri ini menginjakan kaki di surga

Dimana jawaban misteri ini
Kemana aku harus mencari
Sementara jiwa ini terlalu lemah dan nista
Untuk mencari sesosok Pencipta Kehidupan



Jarwanto


Senin, 17 Juni 2013

Keyakinan

Menatap cahaya dalam pekatnya kerinduan qalbu
Seolah tak tersentuh namun jelas terlihat
Apa yang ada memang terasa menyakitkan
Namun sesungguhnya tak seburuk apa yang terjadi

Tak perlu penerangan bila cahaya telah bertindak
Keadaan telah menjelaskan apa yang terjadi
Aku hanya tak perduli dan ingin terus berjalan
Selamanya dalam keyakinan yang kuimani

Momen ini menjadi pesakitan dalam kebodohan
Namaku hilang dimakan waktu yang akan berjalan
Menyisakan sisi gelap yang abadi untuk dikenang
Mungkin ikhlas dan percaya menjadi kunci segalanya

Fakta tak selamanya berpihak namun kebenaran tak akan berubah
Tak perlu lagi bukti karena ini akan terjawab suatu saat
Mungkin ragu namun aku yakin akan cahaya yang menuntun
Tuhan tak akan berdusta atas sabda yang Ia ucapkan

Bila ini menjadi satu langkah awal maka aku akan melaju
Berlari sekencang-kencangnya menjauhi kemunafikan
Walau luka mengiris setiap sisi jiwa ini
Aku tak tak berhenti demi nama sebuah keyakinan



Jarwanto

Malam

Dalam tanya malam berbisik penuh keheningan
Angkara murka tak mampu menenangkan kegelapan
Belenggu kuat mengunci jiwa dalam lelapnya mimpi
Sirna Seketika saat nyata membangkitkan logika

Sempit dunia ini berputar dalam rotasinya
Tak ada warna, hitam putih pun palsu
Hanya abu-abu yang nyata terlihat mata
Membiaskan makna sejati yang terkandung

Sentuhan indah Tuhan seakan tak ada bermakna
Tak ubahnya seperti kata-kata seorang pujangga
Sungguh nista jiwa ini mengimani kepalsuan
Mengalir entah dimana muara akhirnya

Dunia ini tak pernah hidup, mati dalam kebrutalannya
Terlelap dalam dominasi hawa nafsu anak adam
Tenang dan perlahan menjauhi kebenaran
Lalu dimana nuranimu disaat keruh seperti ini

Aku tetap menjadi aku dan selamanya aku
Dimana jawaban berada aku akan berjalan
Bila logika tak mampu menuntun jiwa ini
Maka hati inilah yang akan menunjukkannya



Jarwanto

Selasa, 11 Juni 2013

Keraguan

Semua yang telah terjadi kini meninggalkan sesuatu dalam dirimu
Luka dan penyesalan telah tertanam kuat dalam dirimu
Atas segala keraguan yang hadir menyelimuti sosok diri ini
Namun apakah semua ini harus kuterima begitu saja?

Sejenak terlintas dalam benak hikmah yang kau terima atas semua ini
Bahwa diriku tak berarti dan tak patut untuk diperjuangkan
Karena hanya rasa sakit yang kau peroleh atas usaha yang kau lakukan
Dan aku mengamini semua kesimpulan yang kau tarik atas semua ini

Namun sebelum ini semua berakhir dan lenyap
Beberapa hal yang mungkin belum kau ketahui
Atas nilai yang ada dalam kejadian yang telah terjadi
Dimana akan sulit untuk dimengerti dan diterima

Lihatlah sekeilingmu dan rasakan apa yang sedang terjadi
Dunia seakan hilangan kesadaran dan menjadi panggung pembantaian
Hal duniawi menjadi harta karun yang bernilai tanpa batas
Atas dasar itu salahkah diriku meragukan sosok dirimu?

Benar dan salah menjadi perihal yang sangat kompleks untuk diartikan
Yang terjadi adalah dimana keuntungan berada disitulah kebenaran dijunjung
Lalu dimana kerugian berada disitulah kesalahan dijunjung
Sekali lagi pertanyaan yang sama, apakah aku salah merugakan semua ini?

Telah lama diriku melakukan penyimpangan dalam hidup ini
Demi sebuah jawaban yang tak pernah hadir sampai saat ini
Kini aku harus menanggung konsekuensi atas apa yang telah aku lakukan
Sisi gelap terlahir dan terus menggrogoti setiap sisi kehidupanku

Pencundang dan naif adalah kata yang tak asing
Hingga muak diri ini mendengarnya, memang inilah adanya diriku
Lebih baik menerimanya dibanding harus membohongi diri sendiri
Terlalu sakit untuk melakukannya

Aku terus bertahan dalam situasi dan kondisi seperti ini
Berharap Tuhan akan menjawab semua pertanyaanku
Walau sesungguhnya terlalu berat beban yang harus dibawa
Jawaban adalah harga mati yang harus dibayar



Jarwanto

Jumat, 17 Mei 2013

Gerbang Kebenaran

Oke kali ini sedikit menyimpang dari penulisan biasanya. Hehe... Lanjut. :)

Berbicara kebenaran pasti berkaitan dengan fakta atau sesuatu yang benar-benar terjadi dalam hidup ini. Namun, apakah fakta benar-benar menunjukkan kebenaran? Disinilah titik mula permasalahannya.

Manusia seringkali berteriak-teriak tentang kebenaran, mengaku seakan-akan apa yang diperbuat sesuai dengan nilai kebenaran. Apabila yang dilakukannya dianggap salah  lalu berkelit dengan dalih sejuta warna. Ya walaupun begitu memang manusia begitu adanya(termasuk saya).

Atas dasar asumsi diatas maka saya berfikir dimana letak kesalahannya dan siapa yang patut dipersalahkan. Menurut saya berdasarkan pemikiran pribadi ada beberapa hal mengapa kebenaran sulit diungkapkan.


  1. Manusia tidak pernah tahu mana kebenaran dan kesalahan. Manusia hanya dapat menilai sesuatu benar atau salah berdasarkan aturan dan persepsi tertentu dimana ia menerimanya sebagai kebenaran
  2. Manusia adalah makhluk munafik. Hal ini terlihat dari penyimpangan yang dilakukan manusia saat hati dan pemikirannya berbeda sehingga kebenaran termanipulasi oleh fakta yang terjadi sebagai akibat penyimpangan yang dilakukan manusia.
  3. Manusia adalah Tuhan untuk hidupnya sendiri. Manusia memiliki anugerah dari Tuhan YME yaitu kebebasan dalam memlih jalan yang benar atau salah, sehingga manusia bebas melakukan apa saja dalam kehidupan semu ini. Hal tersebut memicu terjadinya manipulasi fakta yang akibatnya menutup kebenaran.
Saya menarik tiga sebab diatas mengapa kebenaran sulit untuk diungkapkan. Benar atau salah anda semua yang menilainya. Namun apabila apabila ada kebenaran dari tulisan saya adalah murni dari Allah SWT dan apabila ada kesalahan maka murni datangnya dari diri saya sendiri.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih buat yang menyempatkan diri mampir ke blog saya dan saya sangat membuka kritik atau tambahan atas tulisan yang saya buat demi sesuatu yang bernilai untuk kehidupan ini. Terima kasih.



Rabu, 15 Mei 2013

Progesif Rasa

Diam namun rasa mengalir progesif
Semangat emosi dalam fokus tatapan hati
Kekecewaan bersinar terang menyilaukan
Paras manismu pun tak sanggup menutupinya

Keadaan berjalan pahit dan memang demikian adanya
Apa yang terjadi memang ini kenyataannya
Walau sesungguhnya kenyataan ini tak perlu terjadi
Harga mahal yang harus dibayar demi jawaban

Dalam sangsi segalanya dipertaruhkan
Pertanyaan ini harus dijawab tak perduli apapun
Luka atau kekuatan menjadi hadiah
Dalam tahapan keyakinan akan kebenaran

Tak perlu menhindari badai
Biarkan semua terjadi dan hadapi saja
Cepat atau lambat semua akan berakhir
Matahari akan memperlihatkan luka atau keajaiban



Jarwanto

Minggu, 12 Mei 2013

Siapa Dirimu Siapa Diriku

Apalah arti diri ini bila hanya sakit yang kau terima
Mengerti pun hanyalah alasan menutup tanya
Namun suara hati siapa yang tahu
Menyisakan tanya dalam hati ini

Perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi
Namun nyatanya tidak semudah itu
Untuk apa sebenarnya perjuangan dilakukan
Bila satu sebab menjadi dasar pilihan

Siapa dirimu dan siapa diriku
Titik ini menjadi awal sebuah pertanyaan
Dimana perasaan kita harus menjawab
Tentang apa yang sebenarnya terjadi

Tak perlu berbicara cinta dalam mengartikan
Bila kau hanya mengartikannya dengan bahagia dan derita
Kau belum mengerti cinta dan tak ubahnya dengan diriku
Hanya ego semata yang kita lontarkan pada dasarnya

Setelah apa yang terjadi kini hanya luka yang bersarang
Namun tak sedikitpun niat untuk diri ini melakukan
Semoga apa yang terjadi membuatmu mengerti
Diri ini tak ingin membawa kegelapan dalam duniamu




Jarwanto

Kamis, 25 April 2013

Cerita Perubahan


Anak adam bertanya kepada Tuhan
Akan arti sebuah kebenaran yang ada
Terpaut keraguan Tuhan tetap tak bergeming
Menanti pun hanya terus menyiksa jiwa

Suatu ketika pun melangkah yang hanya dilakukan
Mencari jawaban yang entah dimana keberadaannya
Mencoba tegar menjalani pesakitan yang menggrogotinya
Walau asa tak menjadi harap dalam hatinya

Melangkah dan melangkah
Lelah dan melelahkan
Sakit dan menyakitkan
Namun bangkit dan terus bangkit

Terlalu naif suatu kebenaran akan terjawab
Namun diam bukan jawaban yang tetap
Rantai ini harus segera diputus guna memaksa Tuhan bersuara
Menuntut Tanggung jawab atas apa yang Ia ciptakan

Dengan ini genderang perang ditabuhkan
Salah dibalas benar walau tak jelas seperti apa
Dan pada akhir cerita ini ia menantang
Tuhan akan melihatku tersenyum dan itu pasti terjadi



                                                                                                          Jarwanto

Senin, 22 April 2013

Terima Kasih

Mungkin saat ini segalanya telah berubah
Apa yang dahulu terjadi mungkin kini berubah
Bila memang ini adanya biarlah terjadi
Karena mungkin memang ini jalan terbaik

Tapi bila diri ini diizinkan...
Tak ada yang dapat dibayangkan
Selain kehidupan indah di sisa kehidupan ini
Antara diri ini dan dirimu dalam hidup ini

Dan bila diri ini harus menyesal...
Maka hanya satu penyesalan di hati ini
Melepas dan menjauh dari kehidupanmu
Dalam keadaan terluka dan tak berdaya

Aku mengerti kau berusaha untuk yang terbaik
Dan untuk pertama kalinya diri ini menyadari
Bahwa apa yang terjadi sangat berarti
Sekilas namun abadi dalam kisah yang terukir

Namun hidup ini terlalu naif akan sebuah keyakinan
Hati dan ucapan seringkali bertikai dalam ego masing-masing
Demi sebuah arti akan takdir yang akan terjadi
Pemahaman akan kebenaran harus dijawab

Kini waktu akan menjawab semua pertanyaan ini
Seiring langkah yang kita pijakkan dalam cerita ini
Dan Takdir akan berbicara saat semuanya tiba
Dalam putusan takdir atas nama Tuhan kita akan melihat



Jarwanto

Minggu, 07 April 2013

Wanita

Sebuah kisah bermula tanpa dasar sebab
Tak ada yang istmewa dalam awal bermula
Biasa dan tak berbeda seperti sedia kalanya
Hingga kemudian bias indah menyilaukan hati

Entah apa yang sedang terjadi sebenarnya
Tak ada sanggup diri ini mengerti apa maksud semua ini
Tertanam rasa bahagia di hati dalam hadirmu
Sangat istimewa sosok dirimu dalam mata ini

Seseat semua berlangsung begitu manis
Walau ambang akhir kini terasa begitu dekat
Bila memang itu terjadi tak ada sesal yang menghantui
Walau memang sakit melapas bayang dirimu

Aku mengerti bila rasa kecewa hadir di hatimu
Namun semua ini harus kutempuh
Demi memberi jarak dirimu tetap jauh
Dari Ancaman kegelapan jiwa ini

Lepas akan semua ini terselip janji di hati
Bila memang takdir berbicara akan mimpi
Tak akan ada rasa putus asa akan dirimu
Hingga waktu yang berbicara akan kuperjuangkan dirimu

Semua akan kulakukan walau apapun yang terjadi
Bukan untukmu
Bukan untukmu siapapun
Tapi untukku yang sangat menginginkanmu


Jarwanto

Cerita Manusia

Gemilang hidup anak sang Adam
Berselimut kegelapan dalam cahaya
Suatu sisi sebuah keseimbangan
Yang tercipta atas kehendak-Nya

Bila penjuru mata angin tak mampu menuntun
Ikutilah cahaya yang akan menunjukkan arah
Hapus semua keraguan yang menghantui
Tetapkan Jiwa dan tegakkanlah hati

Badai pasti akan berlalu
Dalam awalan pasti akan ada akhir
Terdapat kebenaran atas kesalahan yang ada
Tak ubah sebaliknyapun sama

Lupakan semua bisikan yang memicu risau
Karena diri ini memiliki kuasa
Atas kehendak yang diinginkan
Benar salah biarlah menjadi pilihan

Pijakkan kaki pada kehidupan ini
Lanjutkan kembali cerita yang terpotong
Rasakan kembali segala warna lukisan-Nya
Hingga saat pertemuan dengan-Nya pada akhir cerita


Jarwanto