Angkara murka tak mampu menenangkan kegelapan
Belenggu kuat mengunci jiwa dalam lelapnya mimpi
Sirna Seketika saat nyata membangkitkan logika
Sempit dunia ini berputar dalam rotasinya
Tak ada warna, hitam putih pun palsu
Hanya abu-abu yang nyata terlihat mata
Membiaskan makna sejati yang terkandung
Sentuhan indah Tuhan seakan tak ada bermakna
Tak ubahnya seperti kata-kata seorang pujangga
Sungguh nista jiwa ini mengimani kepalsuan
Mengalir entah dimana muara akhirnya
Dunia ini tak pernah hidup, mati dalam kebrutalannya
Terlelap dalam dominasi hawa nafsu anak adam
Tenang dan perlahan menjauhi kebenaran
Lalu dimana nuranimu disaat keruh seperti ini
Aku tetap menjadi aku dan selamanya aku
Dimana jawaban berada aku akan berjalan
Bila logika tak mampu menuntun jiwa ini
Maka hati inilah yang akan menunjukkannya
Jarwanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar